Pemerintah Kota Jakarta Pusat berbicara dengan psikolog di daerah Kemayoran buat membagikan pendampingan kepada siswa yang jadi korban perundungan di salah satu sekolah di Kemayoran.
Ya nanti kita datangi ke situ, nanti kita coba komunikasikan dengan psikolog klinis yang terdapat di Kemayoran buat melaksanakan pendampingan, kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Jakarta, Kamis.
Dhany berharap pendampingan nantinya bisa memulihkan siswa tersebut supaya dapat kembali ke keadaan wajar serta melanjutkan aktivitas belajar mengajar.

” Mudah- mudahan saja sehabis dipulihkan gitu ya. Mereka yang bersangkutan ingin kembali masuk sekolah,” kata Dhany.
Aksi perundungan terjalin di salah satu sekolah di Jalur Kepu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa perundungan ini dikenal dikala korban bernama samaran SA tidak berangkat ke sekolah.
Orang tua SA yang tiap hari berjualan curiga dengan sikap anaknya. Dikala seperti itu dikenal bila si anak jadi korban perundungan oleh sahabat satu kelasnya.
Dikenal si anak yang bernama samaran SA ini ialah siswa berprestasi, sempat jadi juara 2 lomba badminton se- Jakarta Pusat.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat menekankan berartinya bimbingan siaga bencana, tawuran, sampai setop perundungan semenjak dini, spesialnya di area sekolah.
Isu menimpa setop perundungan, prediksi tawuran serta kesehatan reproduksi butuh ditanamkan sedari dini pada generasi muda, kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Jakarta, Jumat( 11/ 10).
Bagi Dhany, semenjak dini butuh terdapatnya tahapan bimbingan yang dicoba orang tua maupun guru kepada anak umur dini sampai anak muda terpaut kasus- kasus yang gempar terjalin.
Aksi perundungan itu terjalin pada Agustus 2024. Dikala itu anaknya baru berakhir pembedahan usus buntu, tetapi si anak disuruh turut mendekorasi ruang kelas menyongsong HUT RI.
Selain konseling, Pemkot juga merencanakan pelatihan untuk guru dan staf sekolah agar mereka lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan dan mampu menangani situasi tersebut dengan tepat. Dengan melibatkan orang tua dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan bahaya bullying semakin meningkat.
Melalui langkah ini, Pemkot Jakarta Pusat berharap dapat menciptakan atmosfer yang lebih aman bagi siswa dan menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah. Upaya ini merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Jakarta.
” Sebab merasa masih kurang sehat, anak aku tidak dapat turut aktivitas tersebut, tetapi anak aku jadi dikucilkan. Apalagi terdapat ancaman hendak dipukul oleh sahabat satu kelasnya,” kata Bunda SA.
Average Rating